Dasar dan Tauladan Karbala

Muhammad Dudi Hari Saputra

Salam ustad..

Inspirasi apa yg bsa kami ambil dri tauladan imam Hussain terutama ketika para pencinta ahlul-bayt mendapat tantangan yg berat akhir2 ini?

Syukron ya Afwan..

Sinar Agama: Salam dan trims petanyaannya:

Banyak sekali tauladan yg dpt diambil, spt:

1- Bejalanan di atas jalan yg benar secara profesional dan dalail gamblang.

2- Kebanarnnya jg dinyatakan secara gamblang tapi penuh kesantunan.

3- Kebenarannya selalu dpt dibuktikan kebenaran dirinya dg mudah di setiap saat dan, selalu dpt menangkis serangan2 penyesatan dg ilmu atau dalail gamblang dimana tdk mencampurkan urusan2 perasaan ke dalamnya.

4- Mengaplikasikan kebenarannya dg bijak, kokoh dan tdk memaksa siapapun.

5- Mempertahankan kebenarannya dg bijak, kokoh, tdk memaksa orang lain dan sampai titik darah penghabisan secara profesional. Artinya, kalau dalam rangka pertahanannya terhadap kebenaran itu mmg menginginkan secara dalil gamblang, sampai ke titik darah penghabisan, mk dipertahankannya sampai titik darah penghabisan. Karena itulah imam Husain as, sebagaimana ditulis sejarah, pertamanya meminta kembali saja ke Madinah kepada musuh2nya, yg segera ditolak oleh jendral mereka yg bernama Hur yg segera memberikan pilihan pada imam Husain as untuk tdk memilih jalan Kufah dan Madinah yg, terpilihnya jalan yg dipilih itu akhirnya mengantar mereka ke tanah yg dikenal Karbala itu.

Dan ketika musuh2 itu sudah bertambah yg ternyata adalah orang2 yg telah mengundangnya untuk datang-pun (akan tetapi, mereka2 yg mmg tdk percaya pada kemaksuman dan kepemimpinan imam Husain as dan mengundangnya hanya atas dasar paling tepatnya orang untuk memimpin umat sebagaimana mereka2 dulu jg ikut, abu bakar, umar, utsman dan mu’awiyyah, mk pada waktu itupun mereka sdh berubah kepada yazid bin mu’awiyyah yg menjanjikan harta dan kekuasaan serta mengancam dg bengis untuk membantai penentangnya), imam Husain as tetap saja tdk pernah memulai perang dan mengajak berperang. Dan baru setelah diserang itullah imam Husain as mempertahankan diri.

Pertahanan imam Husain as jg tdk dimulai dg pedang. Akan tetapi dg bayan2 atau keterangan2 yg logis, Islamis dan bahkan perasaan yg diarahkan oleh akal dan agama, spt kecucuannya terahdap Nabi saww (dalil ini tdk batal kalau tdk dibarengi dg maksiat dan imam Husain as sdh tentu tdk maksiat dan pada waktu itupun di jalan yg benar), atau seperti mengingatkan mereka bhw merekalah yg mengundanya datang, atau spt mrngungkit anak2 dan para perempuan terutama yg merupakan keluarga Nabi saww.

6- Benar2 berjalan karena Allah dan tdk mencampurinya dg rasa/perasaan sedikitpun dan, apalagi hawa nafsu emosional dan semacamnya. Karena itulah beliau as dpt dg mudah memaafkan yg kembali ke jalanNya seperti si Hur itu sendiri.

7- Dalam keadaan perangpun, imam Husain as, tetap berusaha mencegah perang itu dg sabar dan dg dalil2 Qur an, akal dan lain2nya itu. Artinya, tdkpernah putus asa dlm memberikan petunjuk kepada umat yg sekalipun sdh melecehkan dan membantai shahabat dan keluarganya sekalipun. Semua itu, dilakukannya hanya demi Islam dan umat itu sendiri supaya selamat di dunia dan akhirat.

8- Dengan semua isyarat2 di atas itu, mk jelas bhw imam Husain as itu sdh syahid sejak lama sekali sebelum kesyahidannya. Karena itu, mk sdh semestinya kita syahid sebelum berdakwah dan berjuang hingga tdk mencampurkan perasaan, ego, emosi dan kebodohan2 kita ke dalam agama dan perjuangan kita.

Kesimpulan:

Makrifat/ilmu yg kuat dan gamblang serta siap diuji kapanpun dan oleh siapapun, aplikasi diri yg profesional yg tanpa dibarengi dg ego2 diri dan hawa nafsu hingga mencapai takwa yg hakiki (syahid sebelum syahid), penyampaian yg tdk dibarengi niat apapun kecuali Allah hingga tdk pernah berhenti walau dalam hujan panah dan keberingasan pedang umatnya, pertahanan dan perjuagan yg profesional dan bertahap secara profesional serta ulet (istiqamah) sampai tak mampu berkata-kata karena tenggorokannya digorok, mungkin, merupakan dasar dari nilai2 perjuangan imam Husain as tsb yg wajib kita teladani.

Tentu saja masih banyak sekali pelajaran yg bisa dipetik di dalamnya, karena setiap nafas2 beliau as itu merupakan nilai Islam yg dpt dibuktikan dg mudah sesuai dg ayat2 Qur an dan hadits2 Nabi saww.

wassalam.

selengkapnya

%d bloggers like this: