Kiamat itu Berhubungan dg Ikhtiar Manusia

Sang Pencintamengirim keSinar Agama

Kamis

Salam ust, mau nanya sekedar pengetahuan, boleh ya ust, apakah kiamat ada unsur ikhtiar manusia? sejauh mana dampak ikhtiar tsb thp kiamat? trims bgt..

Dedy Hadi: Kiamat ialah ketetapan Tuhan, namun manusia memiliki ikhtiar untuk menyempurnakannya (kiamat).

Sinar Agama: SAlam:

1- Kiamat itu bisa memiliki dua makna secara global: Kiamat besar dan Kiamat kecil.

2- Kalau kiamatnya adalah kiamat kecil, yaitu mati (sebagaimana terkenal di hadits Nabi saww yg mengatakan bhw “Siapa yg mati maka ia telah berkiamat”), mk jelas tergantung pada ikhtiar manusia itu sendiri sebagaimana rejeki, pasangan hidup, anak-pinak, baik-buruk….dst.

3- Mati, adalah tdk terikatnya manusia dg materi atau badannya, minimal tdk terlalu terikat. Mati ini, juga terbagi dua lagi, mati ikhtiari dan mati natural.

3-a. Mati ikhtiari adalah melakuan fikih seratus persen hingga tdk ada dosa, lalu menaiikannya ke meninggalkan makruh, lalu setelah itu meninggalkan yg mubah dg hatinya, yakni melakukan mubah spt makan bukan karena sukanya. Setelah ia tuntas disini, yakni sdh bersih dari dosa dan makruh, dan sdh tdk menyukai semua materi, mk inilah yg dikatakan mati ikhtiari. Mati ikhtiari ini, jelas berhubungan dg ikhtiarnya. Karena itu dikatakan ikhtiari. Jadi, orang spt ini adalah yg menerapkan hadits Nabi saww yg sering kita dengar yg menganjurkan kita mati sebelum mati, yakni mati ikhtiari sebelum mati natural.

3-b. Sedang mati natural, adalah yg sampai kepada ajalnya. Tp ajal disini, bukan ketentuan Tuhan, tp sebab2 kematian. Konsekwensinya sama dg mati ikhtiari itu, yaitu tdk berhubungan lagi, atau minimalnya sangat kurang hubungannya dg materi atau badannya. Karena itu, yg mati natural ini akan dikubur.

Mati natural ini, jg ikhtiari manusia. Karena sejauh mana ia menjaga dan merawat badannya, mk sejauh itu pula ia dapat mempertahankan umurnya dan mencegah datangnya sebab2 kematian yg kalau datang (sesuai dg ikhtiar kita, baik langsung atau tidak), tidak bisa diundur dan dimajukan sedetikpun.

Dengan demikian, kiamat kecil, dg kedua bagiannya, sangat terkait dg ikhtiar manusia.

4- Tp kalau kiamat besar, yaitu hancurnya alam ini, mk ia jg terbagi dua: Kehancuran dini dlm makrifat/kasyaf dan kehancuran nanti.

4-a. Kehancuran dini, maksudnya, ketika seseorang sdh mengkasyaf wahdatu al-wujuud, mk jelas alam ini hancur kala ini juga. Karena itu Tuhan mengatakan: “Setiap sesuatu itu NYATA hancur kecuali WajahNya”. Kehancuran spt ini jelas terkait dg ikhtiar manusia. Karena tanpa berikhtiar untuk mengerti makrifat yg tinggi dan menerapkannya, mk seseorang tdk akan sampai kepada makrifat atau kasyaf ini.

4-b. Tp kalau yg dimaksud adalah kehancuran alam ini sebagaimana ia hancur sebagaimana salah salah satu tafsiran ayat di atas hingga menjadi: “Setiap sesuatu itu AKAN hancur kecuali DzatNya.”, mk hal ini juga tergantung kepada ikhtiar manusia. Akan tetapi secara tidak langsung dan secara menyeluruh, yakni bukan berefek langsung dan bukan pula perorangan.

Maksudnya, tergantung kepada kesiapan manusia ini menerima kedatangan imam Mahdi as. Karena kiamat itu tdk mungkin dtg kecuali setelah datangnya beliau. Dalam hadits yg jg terkenal di sunni dan syi’ah dikatakan (intinya dan maksudnya):

“Kalaulau kiamat itu tinggal sehari, tp al-Mahdi belum datang, mk Allah akan menundanya.”

(lihat di berbagai tafsir sunni, spt Taafsir Thabari, Durru al-Mantsuur, Fakhru al-Raazii, atau di kitab2 hadits2 sunni, spt Jaami’u al-Ahaadiits,al- Mu’jamu al-Kabiir, Shawaaiqu al-Muhriqah, Dzakhaairu al-‘Uqbaa, Jam’u al-Jawaami’, Sunan Abu Daaud, Sunan Turmudzi, Kanzu al-‘Ummaal, al-Fathu al-Kabiir, Shahiih al-Jaami’u al-Shaghiir, Minhaaju al-Sunnah ……. dll dari sembarang kitab hatta/bahkan di kitab2 sejarah sunni)

Dengan demikian, mk kimat besar yg dlm artian hancurnya alam ini nantinya, mk secara tdk langsung jg akan berhubungan dg ikhtiar dg manusia. Karena kiamat ini setelah keluarnya imam Mahdi as dan imam Mahdi as tdk akan keluar, kalau manusia yg akan membantunya itu, blm cukup.

wassalam.

Alia Yaman: Mencerahkan… Terima kasih tak terhingga untuk Penanya dan Penjawab.

Sang Pencinta: Trims juga pada yg membaca dan memberikan komen..Semoga kita semua dalam lindunganNya..

Sang Pencinta: Dan juga untuk yang me-like…

Alia Yaman: ‎:)

Khommar Rudin: Allah humma shalli alla muhammad wa alli muhammad

wassalam

Adams Syarif : tolong pencerahannya jika kiamat besar (kehancuran alam) ini dihubungkan dengan konsep gerak substansi. Bgm keniscayaan hubungannya usdt? trmksh..

Sinar Agama : Adams: Pertanyaan antum terlalu global, karena substansi yg antum maksud itu adalah substansi yg mana, manusia atau alam ini. Kalau alam ini, mk sdh jelas gerak kembali kepada sebabnya (kiamat besar, spt kembalinya ruh pada wathannya) itu merupakan gerak substansi dan tentu sj juga aksidental.

Tp kalau dihubungkan dg substansi manusia, mk juga dihubungkan secara tdk langsung, yaitu dg gerakan kesempurnaan substansi manusia hingga dpt menerma kebenaran Tuhan dan dpt memenangnnya di muka bumi secara menyeluruh. Disini, hubungannya tdk spt yg pertama di atas itu, karena hubungan kiamat dg gerakan substansi manusia ini, bisa dikatakan tdk langsung.

selengkapnya

%d bloggers like this: