Lima Madzhab Pemikiran Tentang Wujud

Muhammad Dudi Hari Saputra

Salam ustad..

Semoga ustad selalu dalam kondisi yg sehat..

Sy ingin bertanya,apa perbedaan mendasar antara filsafat peripatetis,illuminasi dan sadrais??

Mohon pnjelasannya ustad… Krn kami yg bljr di Indonesia kdg msh sering terbolak-balik memahaminya..

Syukron..

Sinar Agama: Saam dan trims pertanyaannya:

Kalau semacam sejarah filsafat ini, sebenarnya tdk terlalu penting antum ketahui. Yg penting diketahui adalah inti filsafatnya itu hingga kita tahu Tuhan kita, diri kira, alam kita, agama kita, tanggung jawab kita … dst. Memang, sejarah pemikiran filsafat ini, bukan hal jelek untuk diketahui. Tp mengerti hal ini, bukan berarti mengerti filsafat. Dan saya, sepertinya sdh sering menulisnya di fb ini.

Dalam filsafat, setidkanya, ada 3 madzab berfikir. Tiga madzhab berfikir dlm filsafat ini, mencetuskan berbagai perbedaan tiori dalam berbagai topik pembahasan filsafat. Misalnya, membahas ilmu, mk dalam hal ini, ketiga madzhab tsb memberikan tiorinya masing, spt:

1- Filsafat Parepatetik: Ilmu itu adalah interaksi ruh ketika berhadapan dg apapun yg dihadapinya, baik melalui panca indra yg kemudian dikenal dg ilmu Hushuli, atau baik yg melalui kahadiran obyeknya sendiri yg dikenal dg ilmu Khudhuri. Apapun itu, semuanya merupakan interaksi ruh terhadap yg dihadapinya. Inilah yg dikatakan ilmu. Kalau boleh diringkas, ilmu manusia itu adalah inport hal2 yg ada di alam nyata kepada ruh manusia di daya-akal.

2- Filsafat Iluminasi: Ilmu adalah peliputan ruh (isyraaq) terhadap obyek2nya yg ada di alam nyata. Jadi, kalau blh diringkas, mk ilmu adalah keluarnya ruh kepada hal2 yg ada di alam nyata untuk meliputinya. Yakni kebalikan dari Masysyaa’ (Parepatetik).

3- Kalau Hikmah Muta’aaliyah (filsafat tinggi = Shadrais): Ilmu adalah aksi ruh atau bentukan ruh dalam dirinya yg disesuaikan dg apa2 yg diinteraksinya dari alam nyata yg secara umum secara badani. Jadi, interaksi di Shadrais hanya berhenti di badani saja, tdk sampai ke ruhani. Dan, baru dari interaksi badani itu, ruh dg daya yg diberikan Tuhan, menciptakan yg serupa dg yg diinteraksi-i itu di dlm dirinya sendiri.

Tambahan Keterangan:

Sebenarnya, dlm sejarah pemikiran Islam, masih ada dua lagi aliran pemikiran:

– Pertama, aliran Ilmu Kalam dimana biasanya mengandalka Qur an dan hadits tanpa menggunakan akal.

– Ke dua, Aliran Shufiah dimana tdk menggunakan dalil sama sekali dan hanya menggunakan pensucian diri.

Dengan contoh2 di atas itu, saya ingin memberikan ulasan terlebih dahulu sebelum menerangkan hal yg, mungkin tdk terlalu penting ini. Artinya, bagi alfakir, ketiak kita bicara sesuatu, mk tdk penting madzhab apanya. Yang penting adalah dalil2nya.

Pada umumnya:

– Filsafat Isyraaq adalah suatu pemikiran filsafat yg meyakini, bahwa dg akal saja, manusia tdk bisa mengerti hakikat sesuatu. Karena itu, harus diiringi pula dg pensucian ruh dari kesukaan pada dunia, telebih kalau cinta atau terlebih kalau maksiat.

– FIlsafat Parepatik adalah suatu pemikiran filsafat yg meyakini bha akal mampu mengerti hakikat sesuatu walau tanpa pensucian diri.

– Filsafat Tinggi (shadrais) adalah suatu pemikiran filsafat yg meyakini bahwa Ayat, Riwayat, Dalil Akal dan Pensucian diri, semuanya bisa bertemu dan saling mendukung.

Kalau ada waktu lebih, carilah tulisan2 ttg hal yg bersangkut dg bahasan di atas di tulisan2 alfakir.

Muhammad Dudi Hari Saputra: Syukron ustad…Bgaimna mngenai pandangan ashalat al-mahiyah dan ashalat al-wujud ustad?

Sinar Agama: SAtu keberadaan di alam nyata, spt pohon, dipahami oleh akal sebagai dua hal yg menyatu, yaitu eksistensinya dan esensinya. Sementara yg ada hanyalah satu. Dengan demikian, mana yg asli atau asal dan mana yg berikutan dari dua hal yg dipahami akal itu. SEbagaian mengatakan esensi yg asal dan wujud yg berikutan. Tp yg umum dan yg kuat, adalah yg wujud yg asal dan esensilah yg berikutan karena esensi adalah batasan wujud. Bagaimana mungkin wujudnya mengikuti batasannya. Jadi, sdh tentu wujud dl baru batasannya.

Tentu saja, baru, duluan, asli dan setlahnya .. dst ini, bukan dilihat dari sisi waktu, tp dilihat dari sisi tertib hakikatnya. Karena itu, wujud yg duluan. Inilah yg dikawakan ishaalatu al-wujuud.

Muhammad Dudi Hari Saputra: Syukron ustad..

Melanjutkan ustad,dikatakan bhwa yg mendasar adalah wujud sedangkan mahiyah mngikuti wujud sj.. Timbul pertanyaan kemudian, jk yg ad cuma wujud terus bgaimna dgn yg bnyak2 ini ustad?mksud sy bgaimna proses dri wujud 1 yg mutlak mnjadi pluralitas dan banyak ini?

Syukron

Sinar Agama: Banyak tsb, atau jumlah tsb, jelas dari sisi esensinya saja.

Muhammad Dudi Hari Saputra: Syukron ustad..

Bgaimna dgn argumentasi ttg tasykik al-wujud? Diawal dijelaskan bhwa yg ada itu hnya wujud/ada itu sndiri,jk dikatakan bhwa yg bnyak ini adlh essensi .. Apkh berarti essensi jg ada secara ekstensi nya?

Mohon penjelasannya ustad.. Afwan sdh merepotkan ustad…

Khommar Rudin: Allah humma shalli alla muhammad wa alli muhammad wa ajjilfarajahum

Sinar Agama: Tasykiik Wujud itu, adalah temuan Mulla Shadra ra dan merupakan puncak temuan dlm hal ini. Dalam berbagai penjelasan, beliau ra menjelaskan bhw esensi itu sdh tdk ada lagi di alam nyata. Karena itu, mk perbedaan antara wujud itu dg wujud itu sendiri, inilah yg dikatakan Tasykiik Wujuud yg diterjemahkan dg salah kaprah menjadi Gradasi Wujud.

Akan tetapi, di penjelasan2nya yg lain yg jg tersebar di kitabnya itu, juga mengatakan bhw jumlah itu terdapat pada esensi spt yg biasa dikatakan oleh Filsafat Masysyaa’.

Karenaitu, mk kalau seseorang belum mampu memahami Tasykiik ini dg baik, mk bisa berpegang pada yg Masysyaa’ tsb spt yg saya jawabkan di jawaban sebelumnya.

wassalam

selengkapnya

%d bloggers like this: