Sedikit Kunci Keharmonisan Rumah Tangga

Hidayatul Ilahimengirim keSinar Agama

15 jam yang lalu

Salam ustad,,,saya mau memborong pertanyaan ustad…

1.bagaimana cara agar suami istri agar saling meridha i??

2.kiat agar istri patuh dan mendengar serta dpat mengingat pesan dari suami ny dlm keadaan apapun,trmasuk dlm keadaan genting skalipun??

3.adakah hal2 khusus yg harus d lakukan s suami suasana rumah tangga tetap harmonis/menghindari pertengkaran??

4.apa hikmah d balik pertengkaran??

Afwan wa syukran ustad,jika ustad d beri kesempatan masuk surga dan mendapat syafaat,smoga kelak ustad ridha menggandeng kami brsama ustad saat menjumpai Rasulullah SAWW serta para Imam as….HU ALLAH

Suka · · Lihat Pertemanan · Kamis pukul 0:02 ·

Lisa Zahra: Salam ustad

Nyimak…

Sang Pencinta: Duh yang lg hot2nya, persiapan nih mas..:)

Hidayatul Ilahi: kanda Sang Pencinta : antisipasi agar tak salah kanda🙂

Sinar Agama: Salam dan trims pertanyaannya:

1- Untuk saling meridha, ya … saling meridha saja. Artinya dari awal bisa membangun rumah tangganya itu dg saling menyatakan ridha atas semua kesalahan, baik sengaja atau tdk. Ten saja, jgn sesekali menggunakan saling ridha di depan tsb, sebagai kesempatan berbuat salah dan dosa serta aniaya.

‎2- Kewajiban patuhnya istri itu hanya melayani ajakan suaminya di kamar tidur (jimak), tdk keluar rumah tanpa ijinnya dan taat pada kepemimpinannya, spt mau tinggal dimana atau corak yg diinginkan dlm kehidupan rumah tangganya walau, tentu saja saling menyantuni dlm hak (tdk kaku) dan saling rembuk, merupakan hal yg dianjurkan.

Tidak ada triks yg paling baik untuk ketaatan istri dlm hal2 di atas itu, kecuali suaminya takwa kepada Allah secara profesional dan itupun karena Allah, bukan karena spy ditaati istrinya.

Sebenarnya, kunci untuk ketaatan istrinya itu, tdk sepenuhnya di tangan suaminya. Karena itu, kalau istrinya mmg tdk bisa diatur, mk biar suaminya alim ulama dan adil sekalipun, tetap saja istrinya akan tdk taat dan bisa meninggalkan rumahnya sesuka hatinya.

3- Keharmonisan rumah tangga itu, tentu yg profesional (bukan karena saling cinta monyet), akan didapat dg baik, kalau semua anggotan rumah tangganya bertakwa kepada Allah secara profesional, yaitu dg memandukan diri kepada agama yg berdalin gamblang dan mengaplikasikannya secara tulus dan terus menerus.

Tentu saja, salah satu aplikasi yg paling penting, adalah mengaplikasikan bimbingan agama untuk saling menasihati dan memaafkan.

Melucu dlm keluarga, jg memberikan bumbu manis dlm rumah tangga. Tentu dg pembatasan2 tertentu dilihat dari sisi waktu dan kadarnya. karena banyak tertawa itu jg tdk bagus.

Kurangi bicara kalau lagi emosi dan bertengkar. Dan usahakan untuk tdk memperpanjang pertengkarannya. Suami yg biasanya lebih bisa menahan, hendaknya berusaha menahan diri dan tdk melayani pertengkaran tsb sampai berlarut-larut.

Kalau bertengkar, jgn saling diam terlalu lama. Harus segera dimulai dg obrolan spt biasa. Misalnya tanya ini dan itu, tanya kita hari makan apa, atau apa saja yg tdk menyangkut isi pertengkarannya itu. Ngomong apa saja setelah bertengkar, adalah obat paling mujarab untuk segera kembalinya keharmonisan itu.

4- Pertengkaran tidak memiliki hikmah. Jadi, usahakan untuk tidak bertengkar. Tp kalau bertengkar, mk usahakan segera melakukan hal2 yg baik spt yg sdh dianjurkan di atas itu.

wassalam.

Mu’min Elmin: ‎”Tidak ada hikmah dalam pertengkaran”…
Hehe…syukron ustd.
July 31 at 7:29am via mobile · Like

Khommar Rudin: Allah humma shalli alla muhammad wa alli muhammad waajjilfarajahum
July 31 at 8:23am · Edited · Like · 1

Sinar Agama: Hikmah itu adalah kuat atau yg kuat. Yakni dalil. Nah, ketika bertengkar, mk jelas tdk ada dalilnya. Karena itupertengkaran bukan hikmah. Karena itu pula orang2 mengatakan hikmahnya adsalah spy tdk terjadi lagi. Nah, kalau pertengkaran itu hikmah, mk harus terjadi lagi kan, sementara tak satupun orang mengatakan hal tsb.

Dari pertengkaran itu hanya ada satu jalan, yaitu taubat dan tdk bertengkar lagi. Tp kalaulah terjadi lagi, mk berusaha untuk taubat. Nah, mana mungkin sesuatu itu dikatakan hikmah kalau harus dihindari dan ditaubati?????
July 31 at 10:09am · Edited · Unlike · 7

Hidayatul Ilahi: apa pendapat ustad tentang kata2 “pertengkaran adalah bumbunya(rumah tangga)”????
July 31 at 1:25pm · Like

Sinar Agama: H.I: Jelas tdk benar. Mana ada bumbu itu pahit dan keluar dari dalil? Akan tetapi kalau kata2 tsb dipergunakan untuk membuka peluang ke depan, agar tanbah dewasa DAN TDK BERTENGKAR LAGI, tp kalau bertengakar lagi juga tetap untuk membuka peluang tsb, mk jelas kata2 tsb tdk masalah diucapkan. Artinya untuk melerai dan mendamaikan yg bertengkar serta tdk membuat putus asa bagi pelaku pertengkaran tsb ke depannya.

Jadi, kita tetap tdk dianjurkan bertengkar untuk membumbui rumah tangga kan? Itu artinya bhw pertengkaran itu bukan bumbu dan harus dijauhi. Tp karena para orang tua ingin spy tdk terjadi perceraian dan semacamnya dan, karena terkadang habis bertengkar itu ada semacam kelebih berhati-hatian atau bahkan kelebih menisan hubungan (dimana hal ini jg sangat relatif sebenarnya karena yg lebih sering adalah menyimpan dendamnya itu kalau pertengkarannya tsb tdk terselesaikan dg baik dan dalil), mk sering dikatakan bhw pertengkaran tsb bumbunya rumah tangga.

Bumbu yg semestinya adalah taqwa yg, bisa diterjemahkan kepada dalil gamblang dan aplikasinya. Membaca Qur an dan doa2 dlm rumah, membaca derita imam Husain as…..dst … adalah bumbu yg hakiki, bukan pertengkaran. Bertengkar kok bumbu?????!!!!!

selengkapnya

%d bloggers like this: