Sifat2 Material Tuhan Dalam Qur an??!

Wirat Djoko Asmoro

As wr wb,Afwan mohon pencerahanya Ust,mengapa di dlm Alqur’an kdg Allah di sifati dg sifat2 materi sprt Dia berada d atas,Dia bersemayam d singgasana mempunyai tangan dll,..afwan tdk bisa menyebutkan ayat2nya..

Muhammad Gofur Zfzf: Maaf udah komen:

kalo menurut Guru saya:

karna ALLAH SWT ITU DHOHIR…

Wirat Djoko Asmoro: Materi maksudnya ?

Sinar Agama: Salam dan trims pertanyaannya:

Sebanarnya setiap kata itu, pada dasarnya diletakkan oleh penemunya yg namanya manusia, pada hal2 bendawi. Hal itu, karena manusia hanya bisa mengenali hak2 yg materi tsb. Karena itulah, mk kata2 yg paling dasar yg dibuat manusia ini, pada dasarnya, dari materi dan untuk materi. Karena manusia, hanya bisa mengenali yg materi, yakni bisa melihat dan mendengarnya.

Sejalan dg perkembangan berfikirnya, mk ia mulai mengenali hal2 yg bersifat batin atau non materi, spt ilmu, malaikat, Tuhan …. dst. Akan tetapi, kata2 apa yg bisa dipakai untuk wujud2 yg non materi itu? Maka jelas yg dipakainya adalah kata2 yg jg dipakai untuk benda materi itu.

Ketika manusia memakai kata2 yg untuk materi itu pada hal2 yg non materi, spt ilmu, mk jelas artinya tdk akan sama dg yg dipakai di materi. Spt kata atas. Atas, ketika dipakai ke materi, mk adanya sesuatu di posisi atas dari sesuatu yg lain yg menjadi obyek keberatasannya. Spt gelas yg ada di atas meja. Akan tetapi, ketika dipakai di non materi spt itu, spt ilmuku sekarang di atas ilmu yg sebelumnya, atau ilmu khudhuri di atas ilmu hushuli .. dst…., mk jelas maksudnya bukan di atas secara posisi bendawi, tp bermakna lain yg sesuai dgnya, spt melebihi, unggul … dst.

Jangankan di dalam hal2 yg non materi, di dalah hal2 mirip materi, pemakaian kata2 yg pertama itu bisa berkembang sebagitu rupa hingga maknanya tdk sama dg makna asalnya. Spt presiden di atas mentri dst.

Bagitu berkembangnya hingga dlm bahasa itu ada yg dikatakan simbolik, heberpolik … dst dan sampai muncul yg namanya sastra yg membolehkan berkata “wajahmu bagai rembulan” dimana kalau mau diartikan secara leterleks, mk sdh pasti kita akan ketakukan kalau melihat orang yg wajahnya rata bulat dan bersinar spt bulan.

Tuhan, sebagai Zat yg ingin berbicara dan mengajari manusia, mk Ia-pun, walau tdk memerlukan bahasa, juga menggunakan bahasa yg dipakai manusia ini. Hal ini, karena Ia sedang menghidayahi manusia. Dan ketika hidayah itu sampai pada Qur an, yg mukjizatnya adalah kesastraannya yg tidak bisa disaingi walau satu ayat sampai sekarang dan kapanpun, mk sdh pasti, kita tdk bisa mengartikan setiap kata dlm al-Qur an itu, sesuai dg makna asalnya yg ditemukan oleh datuk2 kita sewaktu masih di gua2 itu. Karena kalau demikian halnya, mk kita telah mundur menjadi orang2 tdk berbudaya alias orang gua.

Maksud saya bhw tdk bisa dipakai kepada kata2 asalnya, adalah ketika dipakai dlm kondisi sastra atau di hal2 yg non materi, spt ilmu, akhlak, malaikat dan, apalagi Tuhan.

Para wahabi, terjebak menjadi meterialis (bukan ingkar Tuhan, tp mematerikan Tuhan), karena mereka menentang akal sihat dan memaknai Qur an yg mensifati Tuhan dg makna2 datuk2 kita yg ada di gua2.

Karena itulah, mk main ayat dan Qur an, bukan hak bagi selain alim ulama atau mujtahid. Hal itu, karena berbagai bahaya yg akan didapatkannya kalau berani nekad. Nabi saww sendiri pernah mengatakan bhw siapa yg menafsir Qur an dg akalnya sendiri (tdk argumentatif) mk siap2lah ia untuk memasuki neraka.

wassalam.

Wirat Djoko Asmoro: Alhamdulillah,syukron ust penjelasannya,kdg ada yg tdk mau bfikir dlm hal ini hingga tabu mbahas mslh ini..

Khommar Rudin: Allah humma shalli alla muhammad wa alli muhammad wa ajjilfarajahum

wasalam

selengkapnya

%d bloggers like this: