Taqiah dan Anarkis

Sinar Agama

23 jam yang lalu

Konfirmasi Fikih:

Baru saja saya dapat konfirmasi dan kepastian dari kantotor Rahbar hf bagian fikih, tentang janji saya kepada teman2 yg membahas ttg berbuka spt sunni yg dikarenakan takiah/taqiah dg salah satu sebabnya yg 4, yaitu takut dipukuli, dibunuh, diperkosa atau takut dirampas harta kehidupannya. Hukumnya adalah boleh dan tdk perlu qodho lagi.

Kemarin saya hanya mengatakan boleh tp tdk pasti akan qodho dan tidaknya. Jadi, sekarang sdh jelas alhamdulillah.

Yudi Helfi Sutan Ma’rouf: Kalau takut karena akibat buruk pada orang lain bagaimana ustadz? Misalnya takut orang tua menjadi sedih bahkan mengancam bunuh diri bila anaknya tetap beda mazhab, atau mungkin akan mengalami depresi berat karena tak siap menghadapi perbedaan?

Chezil Aulia: Tyuz apakah puasa’y sempurna ??

Hijau Rumpun Bambu: · Berteman dengan Ety Handayani

maaf q org baru….di stts ada kata taqiah, boleh tau awal mulanya taqiah itu ada..maksdunya sejarah yg melatarbelakanginya,hikmah dan batasannya taqiahserta gimana bila dikaitkan dg hadits ayatul munafiqu tsalatsun ilaa akhirihi. sbb yg kudengar slama ini hal hal miring tntng taqiah

Aroel D’ Aroel: Salam ustad… lalu bagaimana juga dgn kerabat yg mengancam akan memutuskan tali kekerabatan apabila mengetahui kita masih di syiah…?? Afwan

Melati Disenja: Hari Wew syiah ya wkwk

Lentera Senja: · 2 teman yang sama

‎:D

Nyengir ajah ……

Edi Saepudin: makasih atas infonya pa sinar…

Lisa Zahra: Allahumma shalli ala Muhammad wa aali Muhammad

Sulaiman Suryo: syukron, atas infonya tad

Suryani ‘ummi’ Ncunk: Syukran atas infonya.. Allahumma Shalli ala muhammad wa aali muhammad

Reza Assad: · 2 teman yang sama

Ya wajihaan indallah…eisfa’lana eidallah. Surkan.🙂

Ifan Ho: Alhamdullilah…terimakasih atas cfm. Allahuma shalli ala Muhammad wa ali Muhammad

Firman Asyhari Bin Masyhudi: alhamdulillah sudah ada diskusi, tidak perlu ada caci maki dan olok-olok. Itu pertanda baik ada saling komunikasi.

Sinar Agama: Yudi:

Kalau hanya sedih, tetap tdk bisa takiah. Kalau mau bunuh diri, mk dilhat, kalau terlihat menipu, mk diamkan saja. Tp kalau tdk, mk ushakan di waktu2 Ramadhan tdk di rumah, atau di waktu berbukanya. I-Allah pasti ada jalan keluarnya. Tp kl mmg serius, dan tdk bisa dicari jalan keluarnya yg bisa dilakukan, mk hubungi saya lagi, spy saya bisa mengkorfirmasi lagi dg kantor yg sama.

Sinar Agama: C A: SEmpurna tentunya, asal sdh sesuai dg tuntunan fikih tsb, spt takiah yg benar tsb. Yakni takiah yg disebabkan 4 hal tsb.

Sinar Agama: Hijau:

Taqiah itu ejlas ajaran Islam. Tp sebagian madzhab, untuk menutupi dirinya atau idolanya yg pembunuh cucu2 Nabi dan pembunuh kaum muslimin dlm sepanjang sejarah kekhalifaannya dan kerajaannya dimana secara otomatis menguber dan membantai para imam dan pengikut2nya yg mengikuti ajaran Islam yg memerintahkan mengikuti imam maksum karena kalau tdk mk jalan lurusnya itu hanyalah sebagai dakwaan dan sangkaa belaka (karena jalan lurus adalah jalan Islam yg lengkap dan benar seratus persen hingga tanpa maksum, tdk mungkin terwujud), dan juga untuk memancing para korban itu menunjukkan diri hingga mudah dikenali, …dll-ny, maka mereka menyebar ajaran yg bertentangan dg Qur an tsb, yaitu mengatakan bhw aqiah itu adalah kemunafikan.

Ketika yg dibahas hanya kemunafikan taqiah, mk jelas perbuatan buruk mereka dan idola2 mereka yg membantai imam dan kaum muslimin dlm sepanjang sejarah mereka, akan menjadi tertutup.

KAN ANEH KETIKA ORANG HANYA MEMBAHAS TAQIAH DARI SISI KETIDAK SAMAAN HATI DG PRILAKU (padahal dilakukannya secara terpaksa dan sangat tdk dg suka rela) TP TDK MEMBAHAS PENYEBABNYA YG MERUPAKAN ANARKISME.

Ketahuilah, bhw taqiah itu merupakan ajaran Qur an yg berupa rukhsyah/keringanan kepada kaum muslimin untuk menyembunyikan imannya dan mengatakan kekafiran, kalau diri dan keluarganya terancam.

Ayat ini sangat jelas dan sebab turunnya jg sangat jelas. Yaitu bhw ketika Ammaar bin Yaasir ra, tertangkap dan melihat ayah ibunya yg jg tertangkap sudah dibunuh di depan matanya karena tdk mau menyembunyikan imannya dan mengatakan kekafiran, mk iapun merasa ketakutan hingga ia mengingkari keimanannya dan mengatakan bhw Tuhannya adalah patung2 arab yg didektekan kepadanya itu.

Sebagai manusia normal, bukan hanya orang2 yg benci taqiah, sdh tentu Ammar bin Yaasir, merasa tersiksa hati dan merasa sebagai munafik hingga iapun menangis menyesal, mengapa ia tdk memilih syahid dan malah memilih kekufuran. Lalu ia mengatakan penyesalannya itu kepada kanjeng Nabi saww yg kemudian Tuhan berkenan menurunkan ayatNya yg sbb ini (QS: 16: 106):

مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَلَكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Barang siapa kafir setelah beriman, kecuali orang yg dipaksa sementara hatinya dlm keadaan iman, tp bagi yg mengatakan kafir/kufur secara hati, mk ke atas mereka murka dari Allau dan bagi mereka adzab yg agung.”

Jadi, bertaqiah itu ajaran Qur an, yaitu dikala diri dan keluarganya menjadi terancam untuk mengatakan yg sebenarnya.

Karean itu, lebih baik membahas anarkisme yg dilarang islam karena bersifat memaksa, menjarah dan membunuh sementara Islam adalah tdk ada paksaan (laa ikraaha fi al-diin), dari pada membahas efek dari ulah maksiat agung yg menyimpang dari agama dan bahkan bisa dikatagorikan sebagai penista agama karena mengatasnamakan agama. Kasarnya, lebih baik membahas pemaksa dan pendiktatornya ketimbang membahas yg dipaksa dan didiktatori.

wassalam

selengkapnya

%d bloggers like this: