Arti Perubahan Dalam Ketentuan (bc:Ilmu) Tuhan

Anggelia Sulqani Zahra

Ustad …

Mohon Penjelasannya ttg ayat ini:

 Artinya: Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menentukan (apa yang Dia mau). Dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab.

 seakan telah terjadi perubahan pada ilmu / pengetahuan Allah’

terima kasih atas pencerahannya ustad…

Indra Rivai:

Hanya Allah yg Haq atas kehendak Nya..

tp Dia tidak semena-mena dalam Kekuasaan Nya..

Hayati seluruh NamaNya..

…Lihat Selengkapnya

Sinar Agama:

Salam dan trims pertanyaannya:

(1). Kan sdh dijelaskan bhw ummu al-kitab itu adalah kitab lauhu al-mahfuuzh. Dan kitab lauhu al-mahfuuzh itu adalah kitab ilmu, bukan ketentuan nasib bagi manusia. Jadi, ia adalahmaqam ilmu ttg jagad raya ini dan untuk hal2 yg berkenaan dg apa2 yg akan terjadi pada pekerjaan2 manusia, berupa ketentuan akan keikhtiaran manusia dan berupa ilmu terhadap apa2 yg akan dipilih sendiri oleh manusia.

(2). Dan sdh sering diterangkan pula bhw di bawah lauhu al-mahfuuzh itu adalah alam-barzakh atau alam qadha dan qadar dlm istilah Kalam dan filsafat yg diambil dari ayat2 Qur an. Kitab Lauhu al-mahfuuzh itu adalah Akal-akhir dan kitab Qadha dan Qadr ini adalah alam Barzakh.

(3). Alam Barzakh, dimana malaikat2nya beraneka ragam, sdh jelas terdapat berbagai ragam dan corak yg, diantaranya adalah ilmu yg beraneka ragam. Tp kalau di akal-akhir (lauhu al-mahfuuzh) tdk terdapat warna warni atau corak corai, karena disana adalah sederhana tanpa rangkapan. Karena itu, ia tdk pernah mengalami perubahan dimana termasuk maqam ilmu di lahuhu al-mahfuuzh ini.

Beda dg ilmu yg di bawahnya yg di barzakh. Dan salah satu dari carak corai itu, adalah perubahan dari satu kondisi ke kondisi yg lain. Misalnya, ketika nabi Isa as mengabarkan kepada murid2nya bhw tukang yg dilihat mereka itu akan mati esok hari, beliau as menceritakan ilmu yg di maqam barzakh ini. Karena itu, bisa terjadi perubahan dan, ternyata orang itu mmg tdk mati esok harinya. Ketika nabi Isa as bertanya kepada Tuhan, mk Tuhan mengabarkan bhw tukang pencari kayu tsb, kemarin memberi sedekah. Karena itu tdk jadi mati dipatok ular sebagaimana yg dikasyaf nabi Isa as.

(4). Tentu saja, nabi Isa as, dg perintah Allah, hanya ingiin mengajarkan akan adanya peribahan2 pada keadaan manusia yg sekalipun diakibatkan oleh dirinya sendiri. Misalnya tukang pencari kayu itu yg mungkin karena lengahnya atau dosa2 sebelumnya dimana ia harus terkena hukuman dipatok ular dan mati, atau karena ia harus menjumpai ujian hidup karena keteguhannya itu hingga ia harus dipatok ular, tp karena bersedekah, mk ia selamat dari adzab/ujian yg harus dihadapinya itu.

(5). Dengn demikian, mk ada ilmu tetap yg tdk berubah, yaitu ilmu Allah, Akal-satu sampai ke ilmu Akal-akhir. Dan ada ilmu yg berubah-rubah, dalam arti tdk tahu sampai ke akhir ceritanya atau akhir perubahannya. Ilmu yg berubah-rubah ini, atau yg terbaas tentang jagad ini, ada dua bagian: Ilmu malaikat barzakh, dan ilmu manusia atau selainnya yg ada di alam materi ini.

(6). Saya jg sdh sering menjelaskan bhw apapun yg ada di tingkatan mana saja, mk ia dari satu sisi sangat bisa dikatakan sebagai makhluk Tuhan sekalipun perbuatan dan ilmu manusia. Hali itu, karena akibatnya akibat, adalah akibat pula bagi sebabnya. Karena itu, mk semua yg ada di jagad ini, bisa dihubungkan padaNya.

(7). Dengan penjelasan di atas, mk kehendak, perbuatan dan ilmu manusia tu jg merupakan makhluk Tuhan dan karenanya jg bisa dikatakan sebagai kehendak, perbuatan dan ilmu Tuhan.

(8). Semua kejadian dan pengetahuan yg ada pada manusia, sekalipun jg merupakan kehendak, perbuatan dan ilmu manusia, akan tetapi yg bertanggung jawab, harus manusia itu sendiri karena semuanya terjadi sesuai dg pilihan manusia tsb. Jadi, spt yg sdh sering dikatakan bhw semua itu hanya ijinNya untuk terjadi.

(9). Dengan demikian, mk perubahan2 yg terjadi di kitab qadha dan qadr itu, yakni ilmu yg berubah-rubah di kitab tsb (bukan ketentuan yg dirubah, karena dari awal tdk ada ketentuan bagi nasib manusia), jg merupakan kehendak dan ilmu2 Tuhan yg berubah. Persis spt kehendak, ikhtiar dan ilmu manusia yg selalu berubah-rubah ini. Artinya, jg merupakan kehendak, perbuatan dan ilmu Tuhan.

(10). Dengan penjelasan2 di atas, mk akan mudah memahami ayat yg ditanyakan antum itu, karena:

– Perubahan2 kehendak itu terjadi di kitab ilmu yg berada di kitab ilmu lauhu al-mahfuuzh, yaitu kitab ilmu qadha dan qadr. Ini yg berhubungan dg manusia, tentunya.

– Penetapan kehendak Tuhan dan penghapusannya, tergantung pada potensi yg dimiliki oleh obyeknya, spt manusia, spt tukang pencari kayu di jaman nabi Isa as itu.

Catatan:

Saya tdk berbicara kitab lauhu al-mahfuuzh dan kitab qadha dan qadr sehubungan keduanya dg selain manusia. Karena, di selain manusia, bisa saja ketentuan yg tdk dirubah dan ketentuan yg dirubahnya itu, berupa ketentuanNya. Dan perubahan2 itu, sdh tentu sdh diketahuiNya sebelumnya spt ayat2 yg dirubah atau dinasakh. Kehendak dan ketentuan disini, tdk terlalu mempengaruhi diri kita. Karena itu, saya hanya membatasi kedua kitab itu sehubungan dg liku2 manusia. Karena, jangankan sunni, sebagian saudara yg sdh menjadi syi’ah sekapun, sangat sulit untuk menerima kenyataan ajaran Islam yg sebenarnya dimana tdk ada ketentuan nasib bagi manusia dari Tuhannya.

wassalam.

Sinar Agama: Indra: Setiap ayat yg diturunkan Tuhan itu adlah untuk dipahami sebelum diimani dan diamalkan. Karena itu, tanpa paham sebelumnya, lalu apa yg kita imani dan apa pula yg harus kita lakukan?

wassalam

selengkapnya

%d bloggers like this: