Istri di Surga

Abu Zahra Al Manshur 

Assalamu ‘alaykum pak ustad,

Mohon ana dicerahkan tentang makna إِنشَآءًۭ (kejadian) dalam ayat 56:35 dan mengapa dalam ayat itu, أَنشَأْنَٰهُنَّ إِنشَآءًۭ menurut tafsir depag diartikan sebagai penciptaan bidadari secara langsung? Benarkah terjemahan depag tersebut?

إِنَّآ أَنشَأْنَٰهُنَّ إِنشَآءًۭ

al Waqi’ah[56]:35

Syukron

Abu Zahra Al Manshur: Dan makna

هُنَّ

dalam ayat itu ditujukan kepada siapa pak ustad?

apakah bidadari ataukah manusia shalehah?

Abu Zahra Al Manshur: afwan tulisannya latinnya kacau (tertukar urutannya mengikuti kadah penulisan arab dari kanan ke kiri) karena bercampur antara huruf latin dan tulisan arab (dulu tidak begini, setelah di update oleh pengembang FB malah jadi kacau begini).

Sinar Agama: SAlam dan trims pertanyaannya:

(1). Ayatnya itu spt brkt:

وَفُرُش مَّرْفُوعَة( 34 ) إِنَّآ أَنشَأْنَهُنَّ إِنشَآءً ( 35 ) فَجَعَلْنَهُنَّ أَبْكَاراً ( 36 )عُرُباً أَتْرَاباً ( 37

“…dan farasy yg tinggi () Kami jadikan mereka (perempuan) dg penjadian () Maka Kami jadikan mereka selalu perawan () suci dan serupa.”

(2). Farasy ditafsirkan kepada dua penafsiran: Pertama sebaai istri. Ke dua sebagai permadani. Kalau diterjemahkan sebagai permadani, maka penafsirannya sesuai dg asal katanya dan, artinya adalah permadani yg mahal/hebat. Kalau dimaknai dg istri (karena jg sering dipakai di bahasa arab dan hadits2 Nabi saww), mk kata farsy disini dipakai sebagai kata penghalusan dari istri (kinayah).

Kalau ditafsirkan dg makna ke dua, mk tdk akan cocok dg ayat berikutnya. Tp kalau ditasirkan dg penafsiran yg pertama, mk akan cocok dg ayat berikutnya.

(3). Ayat berikutnya adalah pensifatan dari Farsyun (furusyun =jamaknya), yaitu dijadikan Tuhan dg penjadian, selalu perawan, anggun dan serupa.

Karena itu, penafsiran farsyun atau furusyun kepada kinayah/kiasan untuk makna istri adalah lebih cocok, karena sesuai dg tiga ayat berikutnya yg mensifatinya dg perawan, anggun/suci dan serupa.

(4). Istri2 yg suci ini, juga memiliki tiga kemungkinan: Pertama, istri2 dari mukminat. Ke dua, istri2 dari bidadari. Ke tiga, dari keduanya.

(5). Kalau diterjemahakn sebagai istri2 dari manusia, mk kata2 “penjadian” yg dihubungkan dg mereka dimana memberikan makna baru dari selain penjadian pertama di dunia karena maknanya seperti baru dijadikan di surga itu, mk maksudnya adalah bhw istri2 dari manusia shalihah itu yg tadinya rupanya biasa2 saja di dunia, mk sekarang dibuat lagi secara baru dg penciptaan yg luar biasa cantik, selalu perawan, anggun dan layak selalu dicintai dan dihormati suaminya.

Kalau diterjemahkan sebagai bidadari, mk makna penjadian tsb adalah jelas.Karena mereka memang diadakan untuk orang2 yg masuk surga yg tdk pernah dilihat sebelumnya oleh manusia.

Saya lebih cenderung kepada dua2nya. Yakni maknanya jg istri yg dari manusia dan yg dari bidadari.

wassalam.

Abu Zahra Al Manshur: Syukron jazakumullaah pak ust. Sinar Agama, Alhamdulillaah sekarang menjadi lebih jelas bagi ana.

wassalam

sumber

%d bloggers like this: