Proses Akal Manusia

Muhammad Dudi Hari Saputra

salam ustad..

semoga ustad selalu dalam keadaan yang sehat wa’alfiat..

mohon penjelasannya tentang tingkatan2 akal manusia ustad, saya pernah mendapat tulisanbahwa akal manusia terdiri dari beberapa tahap,sbb;

1.akal potensi?

2.akal aktual?

3.akal disposisi?

4.akal mufasad?

5akal aktif?

apa penjelasan ustad mengenai akal2 tersebut?

dan apakah ada tahapan akal lain yg tdk disebutkan??

Sinar Agama:

Salam dan trims pertanyaannya:

(1). Akal itu bisa dilihat dari berbagai sisi dan dari sisi itu dijadikan obyek pembagian, spt yg selama ini kita bahas ttgn akal-pahaman dan akal apilkatif. Karena akal disini dilihat dari sisi kerjanya dan apa2 yg ia mengerti. Karena itu, ketika ia mengerti sesuatu, mk disebut akal-pahaman. Dan ketika ia jg mengerti bhw ilmunya itu harus diamalkan, spt tahu ttg bahayanya racun, mk akal jg menyuruh pemiliknya untuk menjauhinya. Akal yg menyadari dan mengatakan harus melakukan ilmu pamanan tsb itulah yg dikatakan sebagai akl-amali atau akal-aplimatif.

(2). Pembagian yg antum tanyakan ini, adalah pembagian akal dilihat dari sisi gerak takaamulinya atau gerak menyempurnanya atau proses perkembangannya dari sejak titik nol-nya sampai ke tingkat tertinggi yg bisa dicapainya. Tentu saja, disini, lebih cenderung pada tinjauan akal-pahamannya walau, tdk menutup kemungkinan jg dlm pembahasan yg mandiri, akan meliputi akal-aplikatifnya jg.

Karena itu akal dalam tingjauan gerak menyempurnanya ini pada umumnya dibagi menjadi 4 tahapan:

1- Tehapan Akal-Potensi ( ‘aqlun bi al-quwwah atau ‘aqlun hayuulaniyyun): Yaitu tahapan dimana akal manusia blm bisa memahami apapun spt yg ada pada anak bayi.

2- Tahapan Akal-Dimiliki (‘aqlun bi al-malakah): Yaitu dimana akal sdh bisa mengerti hal2 bersifat gamblang atau mudah, spt ilmu2 panca indra.

3- Tahapan Akal-De fakto atau Aktual (‘aqlun di al-fi’il): Yaitu manakala akal sudah bisa mengerti hal2 bersifat sulit atau yg perlu proses pikir dimana berfikir adalah gerak akal dari yg diketahui menuju ke yg tdk diketahuinya. Yaitu ketika menemukan masalah yg tdk bisa dimengertinya, mk ia berfikir, yaitu dg cara mencari data2 yg akurat di memori akalnya dan membanding-bandingkannya atau merangkainya atau mengurainya …. dst sampai bisa menemukan jawaban terhadap yg tdk diketahuinya itu. Inilah yg disebut pikir, yaitu gerak akal dari yg diketahuinya menuju ke yg tdk diketahuinya. Nah, ketika akal manusia sdh mencapai derajat ni, mk ia disebut dg akal-aktual tsb.

4- Tahapan Akal-Berguna (mustafaad atau usable): Yaitu mnakala akal sudah mencapai derajat dimana ia sdh mampu mengumpulkan semua data ilmu2 mudah dan pikirnya yg sesuai dg kenyataannya, baik sesuai dg kenyataan obyeknya yg dikenal dg alam bawah (materi) dan baik sesuai dg alam atas yg disebut induk ilmu (spt kitab pengetahuan qadha dan qadr dan kitab ilmu lauhu al-mahfuuzh), dan menghadirkannya secara menyeluruh dan memperhatikannya yg jg secara menyeluruh hingga ia menjadi akal yg tahu terhadap obyek2nya yg senyatanya.

wassalam.

Muhammad Dudi Hari Saputra: Syukron katsiran atas penjelasannya ustad…

Bgaimna dgn point ke 5 ustad yaitu akal aktif,apa mksud dri akal tersebut?

Syukron ..

Sinar Agama: al-‘Aqlu al-Fa’-‘aal, biasanya dipakai untuk Akal-akhir (lauhu al-mahfuuzh, ‘Arsy).

wassalam

selengkapnya

%d bloggers like this: