Akal Cerdas, Lambat dan Buru2

Sang Pencinta 

Salam, bagaimana cara menghadapi kesulitan dalam mengendalikan pikiran? ketika ngobrol suatu topik, sering kali pikiran sy sering meloncat2 ke hal2 lain sehingga sulit mengikuti alur pembicaraan, begitu juga ktika belajar, pikiran sy sering melayang entah kemana, yang seharusnya bisa menguasai satu topik dalam setengah jam, tapi bisa sampe berjam2, itupun tidak fokus. Hal ini terjadi dalam setiap aspek. Mohon petunjuknya ust…

Muhammad Dudi Hari Saputra: Sy jg begitu..mohon sarannya Ustad..

Sinar Agama: Salam dan trims pertanyaannya:

(1). Akal itu, dilihat dari pekerjaannya, dibagi menjadi 3 bagian:

a- Akal-bodoh, yaitu yg lambat mengikuti jalannya pembahasan. Akal-bodoh ini, bisa lebih mudah memahami pembahasan, kalau dibimibing oleh pembiming yg mengerti dan telaten atau dg kontrol dirinya sendiri, spt tdk buru2 dan perlahan-lahan. Kalau akal jenis ini dipakasakan, mk akan semakin tdk paham dan mengarah kepada keputus asaan.

b- Akal Berlompat-lompat yg dikenal dlm bhs Parsi dg Jurbuazah. Akal ini, biasanya suka buru2 ingin memahami masalah. Biasanya, belum jelas satu masalah dari yg dipikir atau dibaca atau didengar dari pengajar, tp akalnya sdh memikir hal2 lain. Misalnya sdh membuat debatan, pertanyaan, diskusi dan semacamnya, sementara ia blm paham dari apa2 yg sedang ia hadapi tsb. Mungkin yg antum tanyakan itu, termasuk di bagian ini. Yakni Jurbuzah.

c- Akal cerdas. Yaitu akal yg tdk lambat mengikuti jalannya bahasan dan tdk juga berpindah-pindah sebelum selesai satu masalah yg dihadapinya.

(2). Menyembuhkan akal-bodoh, dengan melatih diri untuk sabar dan ulet dlm usahanya untuk mengikuti kajian2 dan disukusi2 dg teman2nya. Kalau perlu dibantu dg membuat sketsa atau tanda2 di atas kertas untuk memudahkan mengikuti jalannya pembahasan dan tdk lupa terhadap apa2 sdh dilewati. Membuat simbol2 tanda, jg dpt mempercepat pembuatan sketsa tsb. Tentu saja, sambil terus berdosa dan memakan makanan2 yg baik untuk otak, misalnya pagi hari sarapan yg berdasar kentang dg ditambah hal2 yg menguatkan otak sebagai alat akal, spt kemiri (tdk boleh terlalu banyak). Sering makan ikan terutama udang. Memakan ikan dg tulangnya terutama bagian antara dua insangnya (yg dikatakan hati yg agak pahit). Bgt pula menjauhi dosa. Semua itu, dpt menjadi sebab sempurna bagi pertolongan Allah untuk menambah kecerdasan kita.

(3). Menyembuhkan akal-jurbuzah adalah dg mengontrol emosi. Caranya adalah: Pertama, mengerti dg benar, bhw berpindah-pindah sebelum selesai satu masalah, tdk akan pernah memberikan hasil yg baik. Ke dua, mengamalkan kesadaran akalnya itu hingga masuk ke ranah akal-aplikatif.

Kalau dua hal ini sdh dilakukan, mk konsekwensinya akan mengikutinya. Yaitu terkendalinya perasaan terburu-buru atau emosi keingin tahuannya atau merasa remeh pembahasan yg dihadapi.

Tambahan:

Hanya akal-pandai atau akal-cerdas yang akan memberikan hasil yg baik. Sedang akal-bodoh dan akal-jurbuzah, tdk akan memberikan hasil yg baik. Karena itu, bagi yg terkena Jurbuzah, jgn sesekali meremehkan kesalahan ini sekalipun nampak seperti orang paham dan lebih paham dari yg akal-bodoh. Fokus pada diri dan DiriNya, salah satu penyejuk dlm perjalanan pelanglangan ke alam makrifat dan pengetahuan. Bgt pula dlm memantapkan akal-aplikatif.

Muhammad Dudi Hari Saputra: Syukron katsiran atas pencerahannya ustad..

Dan ustad,apkh ada do’a atau amalan khusus sehingga akal kita bsa menjadi akal yg cerdas?

Sinar Agama: Muh: Menyadari kekurangan, ingat pd Allah dan ingin berubah karenaNya, merupakan doa yg paling ampuh dan aplikatif. Karena dlm sadar, ingat padaNya dan ingin berubah karenaNya, sdh terdapat makna doa itu. Memang, kalau ditambahi doa lisan, akan mendapat pahala tambahan. Tp doa lisan ini, tanpa aplikasinya yg diterangkan itu, mk selain pahala, sulit mendapatkan apa2 yg diinginkannya.

sumber

%d bloggers like this: