Hak Orang Tua Terhadap Anak, seri tanya jawab Ili Dahlan dg Sinar Agama

Ili Dahlan

Asalamualaikum ustaz… Mohon bertanya apakah orang tua mash memiliki hak terhadap anak perempuan yg sdh menikah?

Hidayatul Ilahi: nyimak

Sinar Agama: Salam dan trims pertanyaannya: Benar masih memiliki hak, akan tetapi sdh mulai terbatas. Misalnya, anak wajib menginfaki hidupnya kalau orang tuanya tdk mampu dan tdk bisa bekerja, dan kalau si anak perempuannya itu memiliki kelebihan rejeki yg dimilikinya sendiri (bukan harta suaminya), baik yg dari kerjanya atau dari pemberian suaminya. Diantara haknya adalah tdk diperlakukan kasar walau dlm kata2. Smg orang tua kita semua dirahmatiNya di dunia ini atau di akhirat kelak dan smg mereka jg ridha kepada kita, amin.

Sattya Rizky Ramadhan: Salam Ustad..ijin nyambung pertanyaan..bagaimana untuk laki” yg sudah menikah?apakah hak orang tua ke anak sama dengan penjelasan diatas atau justru lebih besar lagi?yang mana yg lebih diutamakan antara mengurus keluarga(istri dan anak) dengan berinfak dan mengurus orang tua? Mohon penjelasannya Ustad..terima kasih.

Ili Dahlan: Bgmn jika sianak perempuan memberikan uang kpd ortu dgn meminjam tanpa sepengetahuan suami dan diganti lewat gaji dari hasil pekerjaan istri tersebut karena gaji istri tdk cukup.

Sinar Agama: Sattya: Kan blm terlalu lama catatan itu terbit. Pertama sekali si anak lelaki itu membiayai diri dan anak-istrinya. Kalau ada kelebihan, mk wajib menginfaki orang tuanya, kalau mereka kesulitan hidup dan tdk bisa kerja. Jadi, kalau si anak tdk mampu atau orang tuanya tdk kesulitan hidup, mk kewajiban tadi menjadi jatuh/gugur. Itulah mengapa untuk orang tua dikatakan “infaaq” tp untuk istri diktakan “Nafaqah”. Karena kalau nafaqah, biar si suami tdk punya, mk tetap wajib dan terhitung hutang kl tdk memberikannya.

Sinar Agama: Ili: Kalau meminjam harta suaminya tanpa ijin itu diyakini diijinkan, mk tdk masalah. Tp kalau tdk, mk sebaliknya.

Sattya Rizky Ramadhan: Iya ustad..mohon maaf..untuk lebih meyakinkan diri sendiri…terima kasih Ustad.

Ili Dahlan: Mohon maaf ustaz maksud saya utang tersebut dibayar oleh istri dari gaji sang istri tanpa diketahui suami yg jelas sang suami tdk mengizinkan krn krn kondisi keuangan namun ortu memaksa sianak hrs memberikan kepada ortu.

Ili Dahlan: Dan si anak (istri) tdk ingin mengecewakan ortunya.

Sinar Agama: Kalau kerja si anak sdh diijinkan suaminya dan tdk diberi syarat untuk itu, mk uang istrinya itu adalah hak dirinya untuk dibuat apa saja.

Tp kalau keluar rumah kerja itu diijinkan suaminya karena untuk membantu keluarga sendiri yg blm berlebih, mk sebaiknya memberitahu suaminya.

Hal itu, karena keluar rumah untuk kerja itu hanya bisa terjadi dg ijin suaminya. Jadi, kalau memberi syarat untuk keperluan keluarganya sendiri, mk sebaiknya memberi tahu suaminya, karena takut haram. Tp kalau ijin kerja itu, tdk disyarati dg apapun, dan hanya berupa harapan, mk uang gajinya adalah hak istrinya hingga ia bisa menggunakannya untuk apa saja. Tp sebaiknya juga harus memperhatikan keurukunan rumah tangganya supaya tdk terjadi mafsadah atau hal2 mudarat yg tdk baik di kemudian hari.

Khommar Rudin: Allah humma shalli alla muhammad wa alli muhammad

Ili Dahlan: Syukran ustaz… Atas pencerahannya.

wassalam

sumber

%d bloggers like this: