Hukum Menahan Yg Membatalkan Wudhu

Vito Balataw

salam ustad, mohon penjelasan mengenai :

 1. Bolehkan menahan kentut dalam solat ?

2. keterangan dalam buku fiqh untuk pemula : jika sengaja menangis dengan suara dalam solat untuk urusan dunia maka solatnya batal :

Pertanyaan : misalkan orang mengalami kehilangan Keluarga (orang tua/anak/istri/suami/saudara/teman) atau kehilangan/kerugian harta (kemalingan/kebakaran/perampokan/kebangkrutan) yang semuanya itu membuat orang tersebut sedih serta menangis tersedu-sedu dalam solatnya, apakah ini masuk dalam kategori urusan dunia ?

3. Dijelaskan pula, Selama dalam keadaan salat, dia tidak boleh meng-ucapkan salam kepada orang lain. Akan tetapi jika dalam keadaan solat ada orang yang mengucapkan salam kepada pelaku solat, maka pelaku solat wajib menjawab dengan“assalamu alaika”, atau “assalamu alaikum”.

Pertanyaan : ketika ada orang berkunjung ke rumah/ruangan kantor dimana tidak ada orang lain dan kita sedang solat, dan si tamu tersebut mengucapkan salam apakah kita wajib membalasnya ?

4. Dijelaskan pula, Pekerjaan-pekerjaan yang Diharamkan bagi Orang Junub Bersentuhannya anggota badan dengan tulisan Al-Qur-an, nama Allah dan – berdasarkan ihtiyath wajib – nama para nabi dan para imam maksum serta nama Sayyidah Fathimah a.s.

Pertanyaan : Bagaimana kalau Menyebut nama Allah, nama nabi dan para imam serta nama sayyidah Fathimah a.s. Dengan suara atau dalam hati ?

5. Didalam tulisan Ustad berjudul Isra’ Mi’raj dlm Tinjauan Naql dan Akal (perjalanan dg badan dan ruh, atau ruh saja atau terinci dari keduanya?!!) dijelaskan bahwa alam ini ada 3 tingkataan yaitu non materi mutlak, non materi tidak mutlak, dan materi.

Serta dijelaskan juga Secara global Tujuh Langit itu bisa dibagi kepada dua bagian: Bagian Pertama adalah Langit Pertama yg biasa disebut dg Langit Dunia atau Langit Alam Materi. Langit ini bisa dipahami sebagai akhir Alam Materi atau batas akhir darinya.

Bagian ke dua, adalah langit ke dua sampai langit ke tujuh. Disini hampir dapat dipastikan bahwa yg dimaksudkan adalah Alam Non Materi. Karena dalam hadits Isra’ Mi’raj, Nabi saww bertemu dg nabi Isa as dan Yahya di langit ke dua ini

pertanyaan : Pada langit keberapa Nabi Isa as diangkat oleh Allah swt. Wal afwu ustad pertanyaan no 5 ini muncul ketika ana membaca ulang kajian antum tersebut. Syukron. Lihat Selengkapnya

Vito Balataw: Apakah pada langit pertama ? wal afwu.

Hidayatul Ilahi: nyimak

Sinar Agama: Salam dan trims pertanyaannya:

(1). Kalau kentut atau apa saja yg membatalkan wudhu itu, terasa di kala sedang melakukan shalat, mk wajib hukumnya untuk ditahan. Tp kalau terasanya sebelum shalat, mk tdk apa2 dibawa shalat. Maksimalnya hanya makruh saja. Tp dlm kondisi tertentu spt waktunya mau habis, mk wajib ditahan. Atau lain2 hal, spt tidak ada air dan semacamnya, mk mungkin wajib ditahan kalau tdk membahayakan dan masih dlm keadaan tdk sampai ke tingkat pemaksaan.

(2). Yg antum tanyakan itu, sdh pasti dunia. Apa saja selain karena Allah dan akhirat (spt takut neraka), mk terhitung dunia, termasuk kehilangan keluarga. Karena itu, kalaulah mau menangis di dlam shalat, mk tdk boleh dengan suara.

(3). Kalau dlm suatu ruangan tdk ada orang lain lalu ada yg salam ketika kita sedang shalat, atau ada juga orang lain tapi tdk memberikan jawaban pada yg mengucap salam, mk yg melakukan shalat tsb wajib menjwabnya.

(4). Menyentuh dg hati dan suara itu, bukan menyentuh yg diharamkan ketika sedang tdk punya wudhu (jadi bukan yg junub saja). Karena yg dimaksud dg menyentuh yg haram ini adalah dg anggota badan kita secara lansung. Sedang dg hati, mk kita harus selalu mengingat mereka semua.

(5). Nabi saww menjumpai nabi Isa as di langit ke dua waktu israa’ mi’raaj. Tp keberadaan beliau as disana tdk memastikan kematerian langit ke dua tsb, karena nabi Adam as ada di langit pertama. Jadi, bisa saja maksudnya adalah maqam dari ruh nabi Isa as yg diijinkan Allah adalah di langit ke dua tsb. Jadi, sekalipun kepastian non materinya tdk seratus persen, akan tetapi sangat mungkin bhw yg dimaksudkan dg langit ke dua sampai ke tujuh itu adalah derajat non materi. Karena itulah, saya katakan “hampir dapat dipastikan…”.

wassalam.

sumber

%d bloggers like this: