Menjawab Tuduhan Bahwa Syi’ah Menghkhianati Imam Maksumnya

Sinar Agama ditandai di foto HenDy Laisa. — bersama Denny Siregar dan 37 lainnya.

HenDy Laisa:

Ayatullah Jawadi Amuli: Milisi Basiji Harus Mengenal Musuh

Sosial Kemasyarakatan: Basiji harus mengenal ruang gerak serangan para musuh. Begitu ditekankan oleh Ayatullah Jawadi Amuli pada pertemuan dengan Komandan Sepah Ali bin Abi Thalib.

Ayatullah Jawadi Amuli, menilai bahwa Basiji adalah salah satu nikmat Ilahi untuk rakyat Iran. Lebih lanjut, ia menekankan, pemerintahan Islam adalah sebuah amanat Ilahi, dan kita harus memerliharanya.

Ayatullah Jawadi melanjutkan, jika Imam Husain as dan Imam Ali as memiliki para penolong yang ikhlas seperti pasukan Basiji, niscaya peristiwa Saqifah dan Karbala tidak akan pernah terjadi dalam sejarah umat manusia.

Mengingatkan bahwa pihak musuh tidak pernah tidur dalam memerangi Iran, Ayatullah Jawadi menguraikan, pihak musuh bekerja keras siang dan malam guna melakukan perlawanan terhadap Revolusi Islam. Oleh karena itu, pasukan Islam harus memperkuat diri mereka sehingga bisa memberikan jawaban atas usaha musuh ini.

Ayatullah Jawadi Amuli berpesan, suasana pada masa kini sangat licin dan tidak mulus. Dalam suasana seperti ini, kita harus melangkah dengan ekstra hati-hati. Kita juga harus memohon kepada Allah supaya membantu kita dalam menyelesaikan seluruh problematika kita.

Denny Siregar: Heu heu heu…

“Katakanlah (hai Muhammad) : Biarlah setiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing, karena Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih lurus (jalan yang ditempuhnya).” (Al-Isra’ : 84)

Bejo Nian: http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/2002-08-14/pengarang-vs-naipaul-mengecam-pedas-arab-saudi/819720

Pengarang V.S. Naipaul mengecam pedas Arab Saudi | ABC Radio Australia

http://www.radioaustralia.net.au

Pengarang keturunan India, kelahiran Hindia Barat, yang kini bermukim di Inggris…, V.S. Naipaul, yang pernah memenangkan Hadiah Nobel untuk Sastra, melancarkan kecaman sangat pedas terhadap Arab Saudi, yang ditudingnya mencoba untuk memelopori agar Islam menguasai dunia.Lihat Selengkapnya

Abu Najmu: lihatlah fakta sejarah peristiwa karbala,, siapa yg menghianati khulafa irrrasidin Ali bin abi tholib. RodhiALLAHuan. dialah orang2 Irak & Iran

Denny Siregar: Memang siapa abu najmu ? Org irak dan iran itu banyak..😛

HenDy Laisa: Abu Najmu>belum khatam antum baca buku2 sejarah rupanya,atau cuma dengar cerita sepihak?

Habiburrahman Askar: nama profilnya…. ada-ada aja….

Sinar Agama: Yg menerima imam Ali as hampir semuanya adalah yg menerima abu bakar, umar dan utsman, bgt pula mu’awiyyah dan yazid …..dst setelah itu. Mereka menerima imam Ali as spt menerima yg lainnya. Bgt pula menerima imam Hasan as dan imam Husain as setelah imam Ali as itu jg spt menerima yg lainnya. Yakni karena dianggap baik dan maslahat menjadi khalifah muslimin. Bukan karena percaya bhw imam2 itu maksum. Tentu saja, diantara amyoritas muslimin itu terdpt syi’ah yg mengikuti perintah Nabi saww untuk hanya dan hanya mengikuti imam Maksum apakah punya pemerintahan atau tidak.

Karena itulah, di perang Jamal saja, mereka pada meminta kepada imam Ali as untuk membagi wanita tawanan perang. Imam melarangnya, karena sesama muslimin. Tp mereka ngotot. Lalu imam Ali mengatakan: “Kalau bgt siapa yg mau mengambil ‘Aisyah?”. Baru mereka terhentak dan diam.

Di perang bersama mu’awiyyah jg mereka tdk mengikuti perintah imam Ali as hingga tertipu dg tipuan mu’awiyyah dan berhenti perang. Di jaman imam Hasan as jg bgt. Mereka lebih tergiur pada pembagian uang kepeng emasnya mu’awiyyah ketimbang keadilan maksumin. Di jaman imam Husain as lebih parah lagi. Mereka sok mengundang imam Husain as dari Madinah untuk kembali ke Kufah memimpin mereka. Tp ketika mereka takluk pada uang emas Yazid dan ancamannya, malah mereka menjadi tentara Yazid dan memerangi imam Husain as hingga memenggel kepalanya dan menjadikannya mainan Yazid di depan umum di suriah dg mendongkel-dongkel mulut imam Husain as dg tongkatnya ketika diletakkan di atas meja kemenangannya di depan umum.

Jadi, mayoritas masyarakat yg menerima kekhalifaan imam Ali as, imam Hasan as dan imam Husain as, adalah bukan syi’ah, tp bukan pula sunni, karena sunni blm lahir. Tp mereka2 itu dan bahkan musuh2 Ahlulbait spt raja2 Bani Umayyah dan Bani Abbas, didukung oleh sunni di kemudian hari. Karena itu, biasanya sunni, hatinya menyintai Ahlulbait as dan dalam shalat sehari-harinya selalu bershalawat kepada mereka (Aali sayyidinaa Muhammad), tp mereka sekaligus mendukung para pembunuhnya sambil berkata “tdk mau ikut urusan yg telah lalu.”

Btw, orang syi’ah dlm sepanjang sejarhnya selalu setia kepada Ahlulbait as. Bagaimana tidak, karena orang syi’ah meyakini bahwa mereka persis spt yg diterangkan di Qur an dan hadits, bahwasannya mereka2 itu adalah maksum (QS: 33: 33), bahwa mereka2 itu titipan Nabi saww disamping Qur an sampai diulang tiga kali dlm mengingatkan kepada Ahlulbait ini (shahih Muslim hadits ke: 4425); bahwa mereka2 itu adalah imam 12 yg harus ditaati (shahih Bukhari hadits ke: 7222 dan 72223, shahi Muslim hadits ke: 3393 dan 3394 dan 3398 dan …. dan lain2 kitab hadits sunni); bhw mereka itu ibarat perahu nabi Nuh as, …………….. dst. Nah, ketika keyakinan seorang syi’ah itu spt ini, dan karena hal2 spt ini pula mereka diuber-uber oleh penguasa zhalim kala itu, dan dikecam pula oleh sunni2 setelah mereka lahir, maka bagaimana mungkin trus mereka dikatakan pembunuh imam mareka lalu yg memburu dan mengecam itu menjadi pembela imam2 mereka? Kan lucu. Apakah tdk bisa dipahami bhw dunia ini hanya bisa menjungkir balikkan fakta sejarah (sunni dan syi’ah) dg isu2 kosong, hanya untuk sementara??!! Apakah tdk bisa dipahami bhw bangga di atas isu kosong itu tdk ada artinya di hadapan sejarah, agama dan akal sihat???!!!!

sumber

%d bloggers like this: