Archive for the ‘akal’ Category

Akal Cerdas, Lambat dan Buru2

Sang Pencinta 

Salam, bagaimana cara menghadapi kesulitan dalam mengendalikan pikiran? ketika ngobrol suatu topik, sering kali pikiran sy sering meloncat2 ke hal2 lain sehingga sulit mengikuti alur pembicaraan, begitu juga ktika belajar, pikiran sy sering melayang entah kemana, yang seharusnya bisa menguasai satu topik dalam setengah jam, tapi bisa sampe berjam2, itupun tidak fokus. Hal ini terjadi dalam setiap aspek. Mohon petunjuknya ust…

Muhammad Dudi Hari Saputra: Sy jg begitu..mohon sarannya Ustad..

Sinar Agama: Salam dan trims pertanyaannya:

(1). Akal itu, dilihat dari pekerjaannya, dibagi menjadi 3 bagian: Continue reading

Advertisements

Ruh, Jiwa, Penghembusan dan Akal (bag.1)

Daris Asgar

 Salam Ustadz,,,ijin bertanya ustad,,,pernah ada ulama suni menjelaskan bahwa,,,

“JIWAKU…berarti aku bukan jiwa,,,jiwa bukan aku…”,,”DIRIKU,,,berarti diri bukan aku,,aku bukan diri”…dan seterusnya,,,

jadi bagaimana menjelaskan siapakah aku ini ustadz,,,terimakasih,,,semoga Ustadz sekeluarga selalu di beri Balasan terbaik dariNya,,amin,,,

Sinar Agama: SAlam dan trims pertanyaannya:

Kita ya …kita itu. Dlm arti bhw keberadaan kita dan esensi kita ya … keberadaan dan esensi kita tsb, tdk lebih dan tdk kurang. Spt mobil, ya …mobil itu, tdk lebih dan tdk kurang.

Akan tetapi, ketika kita mau memberntuk proposisi atau kalimat berita atau subyek predikat atau mubtada’ khabar atau ingin memerinya suatu berita, mk hal yg satu itu diurai dalam akal hingga menjadi spt: Continue reading

Ruh, Jiwa, Penghembusan dan Akal, seri tanya jawab, bag: 2

Febrina Surayya: ‎@Ustadz Sinar Agama: dari awal, saya memang mengira ini akan menjadi pembahasan yg panjang… Tapi, karena sudah memulai, maka perlu diselesaikan (mudah2an bisa selesai)…

Ustadz SA, yg saya pelajari dan pahami ttg QS. 3:190 adalah, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dg siang terdapat tanda2 (kebesaran Allah) bagi orang2 yg berakal”.

Ini saya pahami, hampir sama dg kalimat spt ini,

“istri Ustad SA, membuat kue kesukaan Ustad, dan menyiapkan segala keperluan Ustadz, sebagai tanda /bukti (kesetiaan beliau), untuk Ustadz..

Sedangkan ayat selanjutnya 191, menjelas kan pengertian dari akhir kalimat ayat 190 yaitu pengertian ttg ORANG2 YG BERAKAL…

” (yaitu) orang yg MENGINGAT Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, DAN mereka MEMIKIRKAN tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia2, maha suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka”. Continue reading

Proses Akal Manusia

Muhammad Dudi Hari Saputra

salam ustad..

semoga ustad selalu dalam keadaan yang sehat wa’alfiat..

mohon penjelasannya tentang tingkatan2 akal manusia ustad, saya pernah mendapat tulisanbahwa akal manusia terdiri dari beberapa tahap,sbb;

1.akal potensi?

2.akal aktual?

3.akal disposisi?

4.akal mufasad?

5akal aktif?

apa penjelasan ustad mengenai akal2 tersebut?

dan apakah ada tahapan akal lain yg tdk disebutkan??

Sinar Agama:

Salam dan trims pertanyaannya:

(1). Akal itu bisa dilihat dari berbagai sisi dan dari sisi itu dijadikan obyek pembagian, spt yg selama ini kita bahas ttgn akal-pahaman dan akal apilkatif. Karena akal disini dilihat dari sisi kerjanya dan apa2 yg ia mengerti. Karena itu, ketika ia mengerti sesuatu, mk disebut akal-pahaman. Dan ketika ia jg mengerti bhw ilmunya itu harus diamalkan, spt tahu ttg bahayanya racun, mk akal jg menyuruh pemiliknya untuk menjauhinya. Akal yg menyadari dan mengatakan harus melakukan ilmu pamanan tsb itulah yg dikatakan sebagai akl-amali atau akal-aplimatif. Continue reading

Beda Bahagia Rasa dan Akal, Beda Mencari Kesempurnaan dan Ketiaadaan di Sisi Tuhan

Muhammad Dudi Hari Saputramengirim keSinar Agama

Kemarin

salam ustad…

sekiranya ustad berkenan menjelaskan kebahagiaan yg hakiki menurut Al-Qur’an apa ustad? n klo bsa jg ada penjelasan secara filosofis n irfanis nya ustad,,hhe

syukron wa afwan,,

Sinar Agama: Salam dan trims pertanyaannya:

Kebahagiaan hakiki, secara global adalah kebahagiaan akal, bukan persaan. Tp akal disini adalah yg gamblang dan mencakupi kedua bagiannya, yaitu akal-pahaman dan akal-aplikatifnya.

Kebahagiaan akal ini, bisa teriringi dg tangis duka, luka badan, kelaparan dst.

Continue reading